Perkembangan TI
yang pesat mengakibatkan perubahan signifikan terhadap akuntansi. Semakin maju
TI, semakin banyak pengaruhnya pada bidang akuntansi. Hal ini mempengaruhi
perkembangan system informasi akuntansi (SIA) dalam hal pemrosesan data,
pengendalian intern, dan peningkatan jumlah dan kualitas informasi dalam
pelaporan keuangan. Perkembangan SIA berbasis computer juga mempengaruhi proses
audit. Akhirnya, kemajuan TI memberikan peluang baru bagi profesi akuntan.
Peluang itu di antaranya konsultansi system informasi berbasis komputer, CISA,
dan web trust audit.
Alvin Toffler
dalam bukunya The Third Wave menyatakan bahwa pada tahun 8000 SM yang
dinyatakan sebagai masa bercocok tanam orang sudah mengenal teknologi,
informasi, dana kuntansi. Pada masa itu teknologi akuntansi masih sangat
sederhana, sistem single entry book keeping sudah dianggap cukup. Dengan system
ini orang hanya memerlukan informasi mengenai berapa asset dan utangnya pada
suatu satker tertentu dan belum berpikir mengenai berapa
perubahan kekayaannya dan apa penyebab perubahan tersebut.
Tahun 1650
sampai dengan 1955 dinyatakan oleh Alvin Toffler sebagai era industry dengan
terjadinya revolusi industri, yaitu sejak ditemukannya mesin-mesin
industri. Pada masa ini sistem doble entry book keeping mulai diperkenalkan
oleh Luca Pacioli meskipun bukan dia penemu system ini. Pada masa ini system
informasi akuntansi di dalam upaya untuk menyediakan informasi, baik kepada
pihak ekstern maupun intern masih dilakukan secara manual hanya dengan bantuan
mesin hitung atau pun kalkultor.
Era informasi
dimulai dengan ditemukannya computer pada tahun 1955. Pada era ini teknologi
informasi sudah menggunakan computer dan pemrosesan informasi menjadi lebih
cepat, pemrosesan dan penyimpanan informasi menjadi lebih murah, dan tidak
banyak memakan tempat dan waktu.
Salah satu
bidang akuntansi yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan TI adalah SIA. Pada
dasarnya siklus akuntansi pada SIA berbasis computer sama dengan SIA
berbasis manual, artinya aktivitas yang harus dilakukan untuk menghasilkan
suatu laporan keuangan tidak bertambah ataupun tidak ada yang dihapus. SIA
berbasis computer hanya mengubah karakter dari suatu aktivitas.
Model akuntasi
berbasis biaya historis tidak cukup untuk memberikan informasi yang dibutuhkan
oleh perusahaan pada era teknologi informasi (Elliot dan Jacobson, Gani, 1999).
Model akuntansi pada era teknologi informasi menghendaki bahwa model akuntansi
dapat mengukur tingkat perubahan sumber daya, mengukur tingkat
perubahan proses, mengukur aktiva tetap tak berwujud, memfokuskan keluar pada
nilai pelanggan, mengukur proses pada real time, dan memungkinkan network.
Perubahan proses
akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang
praktik yang menggunakan laporan keuangan (produkakuntansi) sebagai objeknya.
Praktik auditing bertujuan untuk memberikan opini terhadap kewajaran penyajian
laporan keuangan yang dihasilkan oleh SIA. Sehingga perkembangan TI juga
mempengaruhi perkembangan proses audit.
Menurut Arens,
terdapat tiga pendekatan auditing pada EDP audit, yaitu audit sekitar komputer
(auditing around the computer), audit melalui komputer (auditing through the
computer), dan audit berbantuan komputer (auditing with computer).
Ketika dokumen
sumber yang tradisional hanya dalam format elektronik auditor harus
mengubah pendekatan audit. Pendekatan ini sering disebut dengan auditing
through the computer. Ada tiga kategori pengujian dari pengujian strategi
ketika mengaudit melalui komputer, yaitu pendekatan data ujian,
simulasi pararel, dan pendekatan modul audit tertanam.
Pada auditing
with computer untuk membantu pelaksanaan keseluruhan program pengauditan
digunakan mikro komputer. Auditing ini dimaksudkan untuk melakukan otomatisasi
terhadap proses pengauditan. Mikro computer akan mentransformasi beberapa
fungsi audit. Auditing ini juga menggunakan software untuk melaksanakan
pengujian terhadap pengendalian intern organisasi klien (termasuk compliance
test) dan pengujian substantive terhadap catatan dan file klien.
Auditing with
computer mengarah pada penerapan expert system di dunia pengauditan. Expert
system adalah program komputer yang berciri intensif-pengetahuan yang menangkap
keahlian manusia dalam wilayah pengetahuan yang terbatas. Pada expert system
pengetahuan manusia dimodelkan atau direpresentasikan dalam satu cara yang bisa
diproses oleh komputer. Kondisi-kondisi dalam penyusunan laporan keuangan
dieksekusi dalam konstruksi IF-THEN. Jika kondisi adalah benar (true), maka
suatu tindakan dilakukan.
Untuk keperluan
EDP audit, auditor yang bersangkutan selain memiliki keahlian audit dana
kuntansi juga harus memiliki keahlian komputer. Lebih-lebih jika auditor akan
melakukan audit yang through dan within the computer.
Sumber : http://rizkiarga.blogspot.com/2010/10/peranan-teknologi-informasi-dalam.html
